Pengumuman Penting!!

November 27th, 2013

Dikarenakan adanya masalah yang belum diketahui, website http://komselis.com saat ini tidak dapat diakses. Para admin komselis.com akan berusaha secepatnya untuk memperbaiki website ini. Jika anda mengerti tentang website dan ingin membantu, silahkan kirim email ke: seputar@komselis.com.

Terima Kasih

-Admin-

Semarang Seli-ne Banjir

October 31st, 2012

Video: Semarang Seli-ne Banjir

Ratusan penggemar sepeda lipat (Seli) tampak mendominasi jalan utama Kota Semarang, Minggu (28/10). Mereka datang dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Solo, Bekasi, Surabaya, dan Jakarta untuk ikut memeriahkan hari jadi Komunitas Sepeda Lipat Semarang (KomSeLiS) yang ke-3.

Berkumpul di markas besar KomSeLiS di Jl Pahlawan, Semarang sejak pukul tujuh pagi, para penggemar seli ini langsung beramai-ramai menggowes menelusuri jalan utama Kota Semarang, di antaranya Jl Pahlawan – Jl S Parman – Jl Sultan Agung – Gombel, dan berhenti di lapangan Bukit Umbul, Tembalang atau lebih tepatnya di bengkel sepeda Bjo’s pit.

Kondisi jalur Kota Semarang yang naik turun membuat para peserta harus mengeluarkan tenaga ekstra. Terlebih, bagi peserta yang datang dari luar kota. Tak jarang, mereka pun berhenti untuk beristirahat sejenak. Bagi mereka, tanjakan Gombel merupakan jalur yang menguras tenaga.

Hari jadi KomSeLiS kali ini terlihat seru. Selain itu, diadakan juga Rally Wisata, di mana para peserta diajak menelusuri perkampungan yang ada di sekitar wilayah Tembalang. Di sini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan peta rute serta diwajibkan menjawab berbagai pertanyaan yang tercantum di peta tersebut.

Alhasil, sebanyak 15 pertanyaan berhasil dijawab oleh masing-masing kelompok. Rally wisata sendiri berakhir di Gedung APDN, Semarang.

Reporter & Kameraman: Jati Prihatnomo
Dubber: Vallen Aztriko
Editor Video: Arief

Sumber: http://www.suaramerdeka.tv/view/video/33093/semarang-seli-ne-banjir

Ultah ke-3 Komselis Semarang Seline Banjir

October 29th, 2012

Oleh: Ananda RanRanz Pratika

Komselis - 

Komunitas Sepeda Lipat Semarang. Komunitas yang dipelopori oleh pak Budenk ini berdiri tanggal 24 Oktober sejak tahun 2009. dan pada tahun ini menginjak usianya yang ketiga. Untuk merayakan ulang tahunya yang ketiga maka teman – teman komselis kali ini ingin membuat sesuatu yang special. Tidak hanya sebatas teman – teman komselis saja namun kesemua pecinta sepeda lipat yang ada. Setelah mengalami beberapa rencana dan pematangan maka jadilah event “Semarang Seline Banjir” event gowes bersama komselis, dengan rute nanjak halus dari mabes komselis di pahlawan hingga ketempat salah – satu anggota tua yaitu om ari bejo di tembalang. Acara ini terbuka untuk umum, dan juga teman – teman komselis juga mengundang dan menyebar undangan ke beberapa komunitas dari luar kota. Dan alhasil acara ini mendapat sambutan yang luar biasa dengan jumlah pendaftar yang memenuhi target 100 lebih :D .

Sabtu 27 Oktober 2012 NR Semarangan

Meski ultah komselis yang ketiga pada hari rabu 24 oktober 2012, namun acara semarang seline bannjir diadakan pada minggu 28 oktober 2012 bertepatan dengan long weekend libur idul adha. Beberapa teman dari beberapa komunitas pun ikut menyemarakan acara, dari IDFB jakarta, dari Bikeberry – surabaya, dari beyocyco – bekasi,  JFB – jogja dan Juga @selisoloraya – solo pastinya :D . Pada haris sabtu teman – teman komselis mengundang teman – teman yang telah sampai di semarang untuk mengikuti pemanasan NR menikmati semarang di malam hari. So sabtu pagi setelah menghadiri acara penyembelihan hewan kurban. Aku pun segera bergegas untuk Gowes ke semarang, cukup kesiangan sebetulnya karena sudah hampir jam 10 baru start. Tiba di semarang sekitar pukul 3 sore, aku langsung menuju Lia tendean untuk  mengikuti kelas english bersama miss nana, sekitar pukul 6 setelah selesai. Kita langsung menuju mabes untuk acara NR namun di tengah jalan aku menerima sms dari anjar yang ingin meminjam sepeda. So segera putar balik menuju kost untuk meminjamkan sepeda BMX ku  pada anjar :D lanjut kita pun menuju mabes.

Di mabes komselis ternyata telah banyak berkumpul teman, teman dari beberapa komunitas, dan tak berapa lama, setelah pengarahan dan berphoto. NR pun dimulai dengan ritual komselis memutari Simpang lima, well semarang di akhir pekan simpang lima long weekend beuuh macet dan kendaraan lalu lalang sempat membuat rombongan terpecah – pecah, para marshal komselis pun sedikit kewalahan untunglah mendapat bantuan dari beberapa teman komunitas lain yang dengan sigap membantu mengamankan jalan. Dari simpang lima kita menuju mataram hingga tay kak sie. Disini kita memarkir sepeda dan teman – teman dipersilahkan menikmati klenteng tay kak sie di malam hari yang tetap menunjukan keindahan. Sayang replica kapal ramai pengungjung sehingga tidak bisa photo bersama disana. Kemudian kita pun dipersilahkan untuk menikmati semawis, kampung kuliner di daerah pecinan yang terletak di samping tay kak sie yang hanya buka di weekend saja :D .

Dari tay kak sie, menyusuri pecinan kita menuju stadion diponegoro untuk makan malam (kembali) di soto yang berada di depan stadion. Setelah makan malam, kita melanjutkan perjalanan menuju tugu muda dan lawang sewu yang juga merupakan ikon kota semarang. Kita pun mengakhiri NR di tugumuda agar bisa langsung istirahat untuk gowes esok harinya.

Minggu 28 Oktober 2012 Semarang Seline Banjir

Acara semarang seline banjir, adalah acara gowes bareng bersama komselis nanjak halus dari semarang bawah menuju semarang atas dengan suguhan tanjakan khas semarang yaitu gombel. Sekitar pukul 6 lebih setelah teman – teman dari beberapa komunitas telah berkumpul, maka acara gowes pun dimulai. Rute bermula dari jalan pahlawan yang nota bene merupakan markas komselis, menuju jalan veteran dan tembus ke jalan s.parman, dari wiliam booth kita pun belok menikmati sejuknya tanjakan rinjani yang masih asri dengan pohon dan bukit2nya. Dari rinjani menuju arah candi dan kaliwiru dan tentu saja tenjakan teuku umar sudah siap menyambut kita, kemudian kita bisa sedikit mengambil nafas saat turunan jatingaleh, untuk dihabis – habiskan karena gombel yang eksotis sudah menunggu di depan mata. :D ada yang ngebut balapan, ada yang pelan – pelan mengatur nafas, ada yang berhenti sambiil narsis-narsis, ada yang ttb well apapun terserah nikmatin aja yang ada :D

Pada gowes kali ini, kita terbantu dengan keberadaan marshal dari teman – teman bike to campus dan koskas semarang yang membantu mengamankan dan memberi petunjuk jalan. Di beberapa tempat juga ada titik – titik pit stop dimana kita bisa istirahat dan juga mendapat sedikit air minum dan arem – arem, sayang aku ga sempat mengecap semuanya. Pada gowes kali ini aku tidak perlu ngoyo cukup dinikmati saja sambil berphoto ria dan menjadi sweeper  wkkkk (alasaaaan :p). Setelah lepas dari gombel kita menuju tembalang ke tempat berkumpul selanjutnya yaitu Bjo’s Pit hulaaaa adalah bengkel milik salah satu pegiat sepeda yang termasuk orang lama di b2w semarang dan juga komselis :D . Setelah istirahat dan dijamu dengan snak ringan kita dikumpulkan lagi oleh om bjo, kali ini kita mengikutii rali singkat menuju tempat acara berlangsung di srondol. Rombongan besar dipisah – pisah menjadi beberpaa kelompok yang campur baur dari berbagai kota. Ajang rali ini juga sebagai ajang untuk salling berkenalan dengan beberapa teman dari luar kota. Dalam rali kita diberi peta dan pertanyaan seputar rute yang kita lewati. Meski masuk ke dalam beberapa kompleks perumahan tapi ternyata banyak jebakan betmen juga disini :D . Setelah 3 etape rali kita berakhir di gedung pusat diklat di daerah srondol. Kita pun bisa istirahat sambil menunggu teman – teman berkumpul hingga acara dimulai.

Pukul 10 lebih acara puncak pun dimulai dari panggung dan tenda yang telah disediakan,kita pun menikmati beberapa hiburan dan games. Dimulai dari sambutan oleh pak eko dan mar tunggal. Dan pemotongan tumpeng oleh mas tunggal yang diberikan kepada pak budenk sebagai pencetus keinginan adanya komunitas sepeda lipat di semarang. Kemudian beberapa penghargaan #yang pertama kepada om iwan – ambarawa yang berhasil menyelesaikan semua etape dengan membocengkan anaknya WAAAO :D , kemudian penghargaan yang paling pertama sampai di atas. Dan tentu tidak lupa penghargaan bagi yangn berhenti beberapa kali di gombel :D meski tidak bisa lolos full tapi ini adalah bentuk penghargaan bagi mereka mereka yang telah berusaha untuk menaklukan gombel :D . Kemudian penghargaan bagi yang merasa pegwes lelaki yang belang kulitnya ha hahahaha aku termasuk nih wkkkkk.  Kemudian om imam JFB pun dipanggil ke depan untuk sharing cerita agar lebih – berhati hati saat mengendarai sepeda ketika turuunan, karena dia baru saja terjatuh :( . Tidak lupa kita pun mendapat makan siang dari panitia.

Tidak lupa juga ada game, game seru melipat sepeda dari masing – masing perwakilan kontingen, hingga terjatuh – jatuh tapi hadiahnya cukup menggiurkan lho :D helm sixsixone whaaah :D . Ada juga penghargaan bagi para pegowes yang suka turing, i call it the  “one hundred kilometers cyclist” dan ternyata banyak juga lhoooo hebaaaat :D . Juga pembagian hadiah dari kupon doorprise, dan tidak lupa marchindise penyerahan plakat untuk perwakiilan masing – masing kota sebagai bentuk terimakasih sudah ikut meramaikan acara ultah komselis :D .

Dan yang paling mengejutkan adalah komselis memberi penghargaan lifetime achievment kepada member komselis yang katanya telah mengharumkan nama komselis, yang suka gowes ngeloyor kemana – mana galau sendirian atau kadang berduaan. Nah lhooo drumduuumdum dum dum dum dan penghargaan itu diberikan kepada …. “Ranranz”?? Gubraaaaak wkkkkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw wkkkk .. Hi hi hi hi ga tahu deh antara senang, kaget, aneh anak – anak kok bisa kepikiran ya ngasih beginian ke aku ha hahaha (penasaran ide siapa ini yaa??).

Dan begitulah rangkaian acara pun harus berakhir, teman – teman jakarta, bekasi sudah harus pamit. Dan kita pun mulai berpamitan untuk kembali ke kota  masing – masing. Terimakasih semua sudah ikut meramaikan ultah komselis, terimakasih komselis sudah membuat acara yang se hulaaaaaa ini :D semoga kebersamaan ini semakin erat, komselis semakin jaya lebih banyak yang kumpul dan tetap menjadi komselis yang gilaaaaak semua .. Hulaa hulaa hulaaa

Happy Birthday Komselis Hulaaa hulaaa hulaaaa ……

WH.05.30.2012

Sumber: http://anandaranz.blogspot.com/2012/10/ultah-ke-3-komselis-semarang-seline.html

Semarang Banjir Seli

October 29th, 2012

oleh  pada Senin, Oktober 29th, 2012

Semarang Seli-ne Banjir. Yap, ungkapan itu memang benar adanya. Ratusan penggemar seli (sepeda lipat) baik dari Kota Semarang, Yogya, Solo, Bekasi, Surabaya, dan Jakarta, tumplek blek  memeriahkan hari jadi Komunitas Sepeda Lipat Semarang (KomSeLiS) yang ke-Tiga, pada hari Minggu, 28 oktober 2012.

Sejak pagi, mereka sudah berkumpul di markas besar KomSeLiS  yaitu di Jl Pahlawan, Semarang. Nggak perlu menunggu lama, para penggemar seli ini langsung gowes beramai-ramai menelusuri  jalur utama  Kota Semarang, seperti  Jl Pahlawan – Jl S.Parman – Jl Sultan Agung – Gombel , dan berhenti di lapangan Bukit Umbul, Tembalang  atau tepatnya bengkel sepeda Bjo’s pit.

Nah, di rute-rute inilah, para penggemar seli punya kesan tersendiri, lho. Terutama buat peserta dari luar kota. Kondisi jalur di Kota Semarang yang naik turun mengharuskan para peserta mengeluarkan tenaga yang cukup banyak, hehe. Tentu yang paling berkesan adalah tanjakan Gombel, karena memang benar-benar menguras tenaga. Fiuhh.

Keseruan nggak hanya sampai disitu saja, kawan. Selanjutnya, para peserta diajak untuk Rally Wisata menelusuri perkampungan yang ada disekitar wilayah Tembalang. Disini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi peta rute serta diwajibkan menjawab berbagai pertanyaan yang tercantum di peta tersebut, seru. Alhasil, sebanyak 15 pertanyaan bisa dibabat habis oleh masing-masing kelompok. Rally wisata sendiri berakhir di Gedung APDN, Semarang.

Selamat ulang tahun KomSeLiS, kita tunggu acara seru selanjutnya ya!

Sumber: http://remaja.suaramerdeka.com/2012/10/29/semarang-banjir-seli/

HAPPY 3rd YEAR ANNIVERSARY DEAR KOMSELIS

October 28th, 2012

Perayaan hari jadi Komselis (Komunitas Sepeda Lipat Semarang) tahun 2012 ini dilaksanakan dengan lebih meriah dibanding tahun-tahun kemarin. Salah satunya adalah Komselis mulai pede mengundang rekan-rekan pengguna sepeda lipat dari kota-kota lain. Pucuk dicinta ulam tiba ketika undangan itu pun direspons dengan baik oleh beberapa komunitas sepeda lipat dari Solo (@seli Solo Raya), Jogja (Jogja folding bike alias JFB), Bekasi (Befoyco), dan Surabaya (Bikeberry) dan perwakilan dari IDFB sebagai wadah seluruh komunitas sepeda lipat di Indonesia. Dengan maksud memperkenalkan ‘medan’ kota Semarang yang penuh dengan tanjakan dan turunan, rute yang dipilih Komselis pun meliputi tanjakan Rinjani, Sultan Agung (Kaliwiru), Teuku Umar, dan ‘gong’nya adalah Gombel, tanjakan favorit para cyclist nasional untuk latihan.

Sabtu 27 Oktober 2012

foto dulu menjelang NR

sebagian seli peserta NR

Rangkaian acara ulang tahun dimulai dari hari Sabtu 27 Oktober berupa night ride alias gowes malam-malam. Seperti biasa, para peserta berkumpul di ‘mabes’ di Jalan Pahlawan, tepatnya di tikungan jalan Imam Barjo di ujung gedung Telkom. Malam itu terkumpul lebih dari 70 pesepeda lipat dari berbagai kota menyemarakkan jalan-jalan kota Semarang dengan kelap-kelip dari sepeda masing-masing. Rute malam ini dari Jalan Pahlawan ke arah Simpanglima, Jalan Ahmad Yani, di perempatan Jalan Mataram (MT Haryono) kita belok ke arah kiri. Sebelum sampai di daerah Bubakan, kita belok ke arah kiri (sebagai warga Semarang, aku tidak tahu nama jalannya. LOL. Parah banget) yang kemudian akan membawa kita ke arah Pecinan. Pemberhentian pertama malam ini di halaman Kelenteng Tay Kak Sie, salah satu ikon wisata kota Semarang.

sebagian peserta NR

RM Mbak Lin

Setelah foto-fiti di kawasan Tay Kak Sie, banyak peserta yang kemudian berjalan-jalan – diantar para ‘escort’ yang bertanggungjawab terutama untuk rombongan dari luar kota – menuju Gang Warung yang sedang ada pasar Semawis, salah satu pusat kulineran kota Semarang di malam hari yang selalu bernuansa multi-etnik.

Dari Gang Pinggir, kita melanjutkan bersepeda ke arah jalan Ki Mangunsarkoro untuk kulineran di RM Soto Kudus Mbak Lin.

Lawangsewu

Usai makan malam, kita melanjutkan bersepeda ke jalan Mayjen Sutoyo, menyusuri ‘Kampung Kali’ ke arah Jalan MH Thamrin. Lanjut ke Jalan Pemuda. titik pemberhentian berikutnya adalah Lawangsewu dan Tugumuda, dua landmark kota Semarang yang paling melegenda.

Sekitar pukul 23.00 para peserta kembali ke rumah masing-masing. sedangkan rombongan dari luar kota diantar oleh para ‘escort’ ke penginapan masing-masing untuk beristirahat.

Minggu 28 Oktober 2012

jelang gowes bareng di Jalan Pahlawan

Kebetulan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda puncak acara ulang tahun Komselis yang ketiga. Panitia menentukan para peserta untuk berkumpul di mabes pukul 06.00. Lumayan membanggakan ketika para anggota Komselis – sebagai tuan rumah – telah   berdatangan sekitar pukul 06.00, on time. Sementara para ‘marshall’ – sebagian anggota komunitas B2C (bike to campus) Semarang dan Koskas – datang lebih pagi lagi untuk menerima briefing dari panitia.

sebagian tim marshall

on the way

Seperti biasa Jalan Pahlawan sangat semarak oleh para penikmat CFD (car free day) di hari Minggu pagi. Tepat di depan gedung Telkom dipenuhi mereka yang siap untuk senam erobik sehingga meeting point kita bergeser sedikit ke arah Selatan, tepatnya di seberang Gedung Berlian. Setelah menunggu beberapa menit, para peserta dari luar kota berdatangan. Mungkin mereka kelelahan sehingga bangun agak kesiangan di tempat penginapan masing-masing.

Menjelang pukul tujuh, para peserta gowes bareng dalam rangka ulang tahun Komselis ketiga dilepas oleh Om Budianto, anggota kehormatan Komselis sebagai pemrakarsa berdirinya Komselis. Lebih dari seratus pesepeda lipat dengan penuh semangat dan gembira meninggalkan Jalan Pahlawan. Rute awal lumayan bersahabat, dari Jalan Pahlawan, di perempatan di depan POLDA, kita belok ke arah kanan Jalan Veteran. Di pertigaan RS Dr. Kariadi kita belok kiri ke arah Jalan S. Parman, kemudian belok ke kiri lagi di Jalan Rinjani yang memang lebih ramah dibanding Jalan S. Parman yang langsung lurus ke arah Selatan. Di depan hotel Rinjani, panitia membagikan air mineral satu botol 600 ml untuk semua peserta. Keluar dari Jalan Rinjani, belok kiri lanjut Jalan S. Parman hingga Taman Diponegoro, terus lanjut sampai pom bensin di seberang AKPOL. Disini panitia membagikan lemper untuk mengisi perut sebelum kemudian para peseli ditantang tanjakan yang tak lagi bersahabat, yakni tanjakan Kaliwiru dan Teuku Umar.

nanjak Teuku Umar, meski pendek namun cukup ‘killing’

jangan paksa dengkulmu, ttb-lah kalau perlu :)

yang mengatakan, “aku bahagia” waktu melihat begitu banyak seliers membanjiri Jalan Pahlawan

Tanjakan Teuku Umar memang pendek, namun curam, sehingga bisa dipahami jika disini mulai terlihat beberapa peserta yang keteteran dan memilih untuk menuntun sepedanya. Dilanjutkan ke tanjakan Gombel, daya tarik utama para peserta dari luar kota yang belum pernah mencobanya. Percayakah engkau jika tanjakan akan terasa lebih ringan jika kita melewatinya tidak sendirian, namun berbarengan dengan pesepeda lain? Maka bisa dipahami jika banyak peseli yang tetap penuh semangat mengayuh pedal seli masing-masing di tanjakan yang kondang ini. Namun, percaya juga kah engkau jika ttb alias tuntun bike juga merupakan virus yang ampuh mempengaruhi pesepeda lain? Maka jika kau rasakan tanjakan itu begitu tak bersahabat sementara pesepeda di sekitarmu memilih ttb, tak ayal kita pun akan dengan mudah terpengaruh untuk ikutan ttb. Untuk itulah panitia menyediakan beberapa armada untuk mengangkut para pesepeda yang tak berani mencoba tanjakan yang panjangnya sekitar satu setengah kilometer ini. “Loading is not a crime,” kata panitia. “But it is a shame,” kata salah satu peserta yang selalu pede mencoba track tipe apa pun. “Mending ttb dah daripada loading,” kata yang lain. Maka, it sure is your choice. :)

Dhimas dan Aan, peserta termuda, calon pembalap masa depan :)

sayang anak dan sepeda :-D

Setelah melalui Gombel, pemberhentian berikutnya adalah di Bjo’s Pit di kawasan Tembalang. Disini dibagikan snack dimana para peserta diminta mengumpulkan kupon untuk door prize. Setelah istirahat secukupnya, teman-teman anggota ROSATAN (alias ‘rombongan Semarang Selatan’ salah satu ‘divisi’ di bawah komunitas B2W Semarang) memberi permainan berupa rally wisata kawasan Tembalang dan sekitarnya. Para peserta dibagi kedalam sepuluh kelompok, dimana di tiap kelompok diharapkan terdiri dari wakil peserta dari kota-kota yang berbeda sehingga bisa memperluas pertemanan. Masing-masing grup diberi berbagai macam pertanyaan yang jawabannya harus dicari bersama-sama dalam perjalanan yang menyerupai ‘treasure hunting’.

brilliant idea, isn’t it? :-D

finish!

Puncak acara dilaksanakan di Gedung diklat APDN. Jarak tempuh dari Jalan Pahlawan sampai Gedung APDN sekitar 20 kilometer. Di acara puncak inilah kita bisa melihat betapa para panitia telah all out memanjakan para peserta dengan taburan door prize dan award kejutan. Diwakili oleh Om Tunggal, Komselis memberikan penghargaan kepada Om Budianto sebagai orang pertama di komunitas B2W Semarang yang mengusulkan pembentukan komunitas pecinta sepeda lipat di kota Semarang. Penghargaan berikutnya diberikan kepada Ananda Ranz karena prestasinya telah mengharumkan nama Komselis; salah satunya adalah menjadi Srikandi 2012 serta keteguhannya berseli-ria.

wall of fame :)

Holic, wakil Komselis lomba melipat sepeda

Sementara itu door prize pertama diserahkan kepada Om Iwan – wakil anggota B2W Ungaran-Ambarawa – atas prestasinya mengikuti gowes ulang tahun Komselis yang full tanjakan ini dengan memboncengkan Daffa anaknya yang duduk di kelas 3 SD. “Saya hanya bersepeda sambil momong anak kok,” katanya merendah. Door prize berikutnya diberikan kepada mereka yang ‘mengaku’ berhenti lebih dari dua kali ketika melewati tanjakan Gombel; mereka yang memiliki kulit belang dikarenakan terlalu sering memaparkan sebagian kulit tubuhnya gegara sepedaan; mereka yang hobi touring dengan memiliki pengalaman gowes lebih dari 100 kilometer dalam hitungan satu hari; peserta yang pertama kali sampai di Bjo’s Pit. Ada juga sebuah hadiah yang diberikan kepada Om Imam TSJ anggota JFB yang beberapa saat lalu mengalami kecelakaan ketika naik sepeda dalam rangka touring ke Dieng. Pada kesempatan ini Om Imam diminta untuk sharing pengalaman agar kejadian yang sama tidak menimpa pesepeda yang lain. Dll.

Om Budi dan Om Tunggal

100 km cyclists :)

Untuk ‘hiburan’ panitia menyelenggarakan lomba melipat sepeda lipat. yang paling cepat – wakil dari Befoyco (kalau ga salah ya?) – mendapatkan hadiah utama helm. Peserta yang lain mendapatkan hadiah hiburan. Ada satu lomba lain lagi yang sifatnya menghibur juga sebenarnya, (naik sepeda lipat sambil membawa sebilah bambu dan kemudian menusuk balon yang disediakan) namun karena waktu sudah cukup siang dan para peserta rombongan Befoyco harus segera balik ke hotel tempat menginap untuk check out, lomba ini tidak jadi diadakan.

Imam Tsj share pengalaman

Ranz menerima award

Ranz dengan award-nya

Untuk peserta dari luar kota, panitia telah menyediakan merchandise khusus buat mereka. Sedangkan untuk masing-masing komunitas, panitia memberikan plakat sebagai kenang-kenangan.

Berfoto bersama dengan para peserta yang masih berada di lokasi mengakhiri keseluruhan acara pada hari Minggu 28 Oktober 2012 ini.

sebagian peserta dan marshall setelah penutupan acara

What an impressive event. Thanks a million for all committee members as well as all participants. Semoga virus bersepeda kemana pun jua – dengan trek jenis apa pun baik datar, tanjakan maupun turunan – tetap tumbuh subur dan menjangkiti masyarakat. Tetap pede bersepeda (lipat)-ria. Demi bumi yang semoga lebih hijau.

Sampai jumpa di event-event berikutnya.

Nana Podungge
Sekretaris B2W Semarang
GL7 10.20 301012

peserta dari JFB

dari @SeliSoloRaya

dari Bikeberry

aku berdua Ranz, nunut narsis yak? :D

Sumber: http://bikingjourneyofnana.blogspot.com/2012/10/happy-3rd-year-anniversary-dear-komselis.html

Masihkah Kau Bersepeda Ke Kampus Jika Menempuh 100km?? My Bike To Campus Experience

October 13th, 2012

by AnanDa RanRanz Pratika on Saturday, October 13, 2012 at 10:17am

Udara pagi masih terasa sejuk kala itu, mentari pagi menunjukan sinar yang begitu mesra, sawah sawah yang menguning di pinggir jalan menghiasi pemandangan jalan raya teras solo – semarang. Dengan backpack dipunggung yang berisi laptop dan teman temanya, serta beberapa buku tebal tentang algoritma dan java. Bebarapa buku yang tidak muat dan photocopian makalah pun terpaksa di tali diboncengan. Kukayuh sepedaku sedang – sedang saja, menikmati udara pagi dan jalanan yang masih tidak terlalu ramai oleh mobil dan motor juga bus truk yang biasa lalu lalang. Sesekali kulihat mobil bak pengangkut sapi bersliweran, dan terkadang beberapa pengendara sepeda lain dengan kecepatan tinggi pun menyalip namun hasrat untuk kebut – kebutan itu kutahan, karena tujuan kita berbeda. Mungkin mereka akan gowes ke pengging. Sedangkan aku harus mengayuh sepedaku untuk sampai di kampus. Yep namaku adalah ranz, ananda ranz  pagi itu ritual gowes ku adalah bike to campus. Gowes dari rumah ku yang terletak di laweyan solo, menuju kampus tercintaku yang terletak di jalan imam bonjol semarang.

di Boyolali

di jalan

Dari solo ke semarang Gowes??? Itu juga yang pernah ditanyakan oleh dosen dan teman sekelasku :D “memang tidak capek?” well ya biasa capek, kalau capek tinggal naik bus :p jawabku santai. Ya aku memang suka bersepeda, pertama kali kuputuskan untuk bersepeda pulang pergi dari rumah ke kampus adalah ketika pada tanggal 2 februari 2012, saat aku baru pertama kali masuk kuliah. Kala itu aku memang secara spontan berniat untuk gowes ke semarang dengan sepeda lipat tua ku, meski frame dari besi dan ban Cuma 16′ dan single speed. Ternyata mampu menngantarku selamat sampai semarang bahkan kembali gowes ke solo meski harus dihadang dengan hujan deras.

hujan deras

Sepeda lipat?? Kenapa tidak memakai MTB atau Road bike biar lebih ringan untuk dikayuh, biar bisa ngebut dan lebih cepat sampai? Pernah ada yang menyarankan itu, tapi waaah kalau Cuma butuh ngebut dan cepat mending aku naik bus saja kesemarang, Cuma 20ribu patas AC empuk dan hanya perlu 2 jam 30 menit sampai 3 jam untuk sampai kesemarang ha ha ha ha ha … Sedangkan kalau gowes aku membutuhkan waktu sekitar 6 jam :D aku memilih sepeda lipat karena memang aku tida butuh untuk kecepatan tinggi, alasan aku suka bersepeda adalah agar aku bisa menikmati jalan yang kulalui, melihat hal yang tidak terlihat ketika aku naik bus/motor atau kendaraan lain dengan kecepatan tinggi.

Candi Ngempon

Yaa selama aku gowes ke semarang ternyata aku menemukan tempat, tempat menarik untuk dikunjungi meski untuk itu aku harus memutar jauh :D seperti candi ngempon yang terletak di pringgapus yang orang semarang pun tidak banyak yang tahu. Juga dengan bersepeda aku bisa mampir ke Museum kereta ambarawa yang terletak diambarawa. Yaa banyak pengalaman unik saat aku bersepeda memang bahkan ketika aku hendak ke kampus gowes solo – semarang aku tersesat ke gedong songo :p yaa waktu itu aku berniat mampir ke Goa Maria yang terletak di kerep ambarawa, namun ternyata aku tersesat hingga membawaku sampai ke candi Gedong songo bandungan. :D ahahahaha. Bukan hanya sepeda lipat shaun (dahon dabike 16′) ataupun pockie(pocket rocket 20′) yang sering kubawa gowes terkadang aku pun gowes menggunakan BMX ku :p ahahahahaha

Museum Kereta Api Ambarawa

tersesat sampai Gedong Songo

Bus patas Solo – Semarang saja Cuma 20ribu rupiah kalau gowes bukanya lebih mahal?? Well memang target ku ketika gowes kekampus harus tidak boleh melebihi 20ribu rupiah, paling aku bawa bekal air mineral dari rumah dan roti. Agar tidak perlu cari sarapan atau jajanan di luar. Medan solo – semarang bagiku lebih bersahabat daripada semarang – solo. Saat gowes dipagi hari dari solo sampai salatiga masih didukung cuaca pagi yang sejuk namun keluar dari salatiga hadeeeh panasnya gila. Dari solo – ke boyolali memang jalannya menanjak halus sejauh 25kilometer sampai terminal boyolali dan setelah itu akan roling. Namun bagiku setelah melewati terminal bawen. Jalanan lebih nikmat karena banyak nya turunan (meski turunan gilak :P ) namun jika dari semarang, untk keluar dari semarang sendiri sudah disuguhi tanjakan gilak mulai mau lewat manapun tanjakan nya gilak dan tentu Gombel akan menjadi menu utama.

spot foto favorit

di kampus

Selama ini untunglah tidak pernah ada masalah dengan sopir truk dan bus, asal kita saling mengerti saja. Aku selalu gowes mepet garis aman putih dikiri jalan. Dan begitu kudengar deru mesin dari belakang aku akan pelan pelan pindah kebadan jalan, sehingga bus dan truk tidak perlu membunyikan klakson mereka. Terkadang mereka justru berterimakasih dan memberi semangat :D justru para pengguna mobil pribadi lah yang sering membuatku geram.

Tugumuda Semarang

Jendral Sudirman Salatiga

Banyak tempat – tempat yang ternyata bisa dikunjungi sepanjang perjalanan solo -semarang, dan aku masih belum mampir kesemua tempat tersebut mabe next time, tapi tentu saja tempat photo favorit adalah pabrik teh ternama yang terletak di ungaran :D . Well begitulah selama aku masih bisa dan masih kuat, aku akan selalu mencoba bersepeda ke kampus meski jaraknya lebih dari 100km. Kalaupun capek toh tinggal berhentiin bus hijau favorit,  lipat sepeda dan duduk santai di jok ber AC hahahahaha ….

ORI M10 Superlight

September 30th, 2012

Review kali ini tim KomseliS akan membahas tentang  sepeda lipat yang pernah dimiliki oleh salah satu member disini. ORI bikes, produk Taiwan dengan desain dari Inggris yang peredarannya terbatas di Indonesia ini pernah mampir di Semarang. Salah satu varian middle-end yang dibanderol di kisaran 7 jutaan dari ORI bikes yaitu seri M10 Superlight.

ORI M10 Superlight

Superlight pada sepeda lipat ini bukanlah sebuah tempelan semata untuk memperkeren namanya. ORI bikes memang dengan hebatnya mempersembahkan sebuah tunggangan yang benar-benar ringan, hanya 10,4 kg. Jauh dari para kompetitornya yang pada umumnya berbobot 12 kg.

ORI bikes secara kasat mata terlihat seperti “fusion” dari 2 merk sepeda yang sudah terlebih dulu terkenal. Mereka adalah Brompton dan Birdy. Secara fisik, material, chainring dan bentuknya mirip dengan Birdy, sedangkan lipatannya sangat ringkas seperti Brompton. Walaupun ada beberapa kemiripan dengan 2 sepeda lipat tersebut, ORI bikes memang benar-benar memiliki ORIginalitasnya yang terletak pada handlepost berbentuk L pada semua model yang dikeluarkannya. Model handlepost inilah yang hanya satu-satunya didunia dan hanya dimiliki oleh ORI bikes.

Selanjutnya, biarlah gambar-gambar berikut ini yang bercerita…

Crank superbesar 56T “ala” Birdy, menjamin kepuasan gowes dengan kecepatan tinggi ala roadbike

Model 1/2 terlipat untuk posisi parkir yang mirip dengan Brompton namun berkesan lebih sporty. Didukung oleh sepasang roda kecil untuk menyokong frame agar dapat didorong dan menghindari frame bersentuhan langsung dengan tanah

Handlepost yang sangat unik dan ORIginal

RD 105 10sp, spek yang tidak main-main untuk mendukung sepeda ini berlari dengan kecepatan tinggi dan diimbangi dengan “shifting” yang presisi

Benar-benar sepeda dengan lipatan yang sangat ringkas namun sangat ringan untuk ditenteng maupun didorong. Bentuk handlepost tipe L memang di desain untuk mendukung lipatan yang sangat ringkas seperti ini

Kelebihan (+):

  • Bobot sangat ringan, 10,4kg
  • Lipatan sangat ringkas mendukung mobilitas yang mudah dengan cara ditenteng maupun didorong dan penyimpanan yang tidak memakan ruang.

Kekurangan (-):

  • Roda kecil untuk parkir maupun didorong desainnya kurang lebar, sehingga jika diparkir di tempat yang tidak rata sangat memungkinkan sepeda untuk jatuh jika tersenggol sedikit.
  • Roda kecil yang membantu pada saat posisi parkir maupun didorong terkadang bersentuhan dengan kabel rem belakang dan kabel RD yang mengakibatkan posisi sepeda miring
  • Bentuk handle-post L sedikit memberi sensasi sedikit “loss-controll” pada saat digowes dengan kecepatan tinggi diatas 25 kpj.

Spesifikasi (http://www.oribikes.com/ori/products/detial.php?M=0&cID=1&Key=2):

  •  Color Option          Anodised Red, Green, Black
  • Frame & Fork         6061 T6 monocoque aluminium frameset
  • Headset                   FSA 1 – 1/8″, A-Headset, Sealed bearing
  • Front Hub               Alloy Black, with sealed bearings, 24 hole
  • Rear Hub                Alloy Black, with sealed bearings, 24 hole
  • Spokes                     Stainless Steel, Silver, brass nipples
  • Rims                        16″ x 24H, Alloy double wall A/V, CNC, Black
  • Tyres                       Schwallbe Marathon 35-349 B/B+RT HS420 EC 67EPI (65-110PSI)
  • Shifter                     Shimano Rapidfire Pulse for 10SP (SL-R770)
  • R/Derailleur           Shimano 105 Short Cage, 10 speed (RD-5600SS)
  • Crankset                 ORI 56T 170mm w/CNC chainguard
  • Cassette                 SRAM PG-1050 11-28T, 10 speed
  • Seatpost                 31.6mm x 550mm Anodized black AL #2014
  • Saddle                    ORI Sporty Black
  • Handlebar             FSA V-Drive Flat 31.8mm x 600mm
  • Grips                      Dual density ergonomics
  • Brakes                    F: Alloy dual pivot calipers  R: Mini V-brake
  • Brake Levers        Alloy 3 fingers
  • Pedals                    Foldable pedal
  • Chain                      KMC, DX10SC 1/2″ x 11/128″ x 120, 10-sp
  • Weight                    10.4Kgs (not including pedals)

 

Bersepeda ke tempat kerja di bulan puasa, kenapa tidak?

July 29th, 2012

Banyak orang berpikir bersepeda dibulan puasa hanya akan membuang tenaga kita, bahkan mengkambing hitamkannya sebagai penyebab batal puasa.

Puasa bukanlah kendala untuk melakukan kegiatan apapun. Tubuh kita sebenarnya memiliki daya tahan untuk melakukan aktivitas dan kegiatan rutin sehari-hari, meskipun dalam keadaan menahan lapar dan haus saat berpuasa.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu kita bersepeda di bulan puasa:

  • Beristirahatlah dan tidur yang cukup di malam hari agar mengurangi rasa kantuk dan lelah di pagi hari.
  • Makanlah makanan yang bergizi pada saat sahur sebagai cadangan energi pada saat kita melakukan aktivitas di pagi – sore hari. Makanlah karbohidrat yang lama dicerna, seperti oat meal, roti gandum, dsb. agar awet kenyangnya dan juga lauk kaya protein seperti telur dan daging. Tidak ada salahnya juga mengkonsumsi multivitamin atau madu penambah energi agar lebih percaya diri saat beraktivitas.
  • Periksalah kesiapan sepeda kita sebelum digunakan seperti tekanan angin, rantai, setelan groupset, baut-baut, dsb. Jangan sampai kita mendapat masalah di perjalanan hingga menuntun sepeda karena kita tidak mempersiapkan sepeda dengan baik.
  • Berdoalah sebelum berangkat. Dengan niat yang baik, niscaya Tuhan akan melindungi perjalanan kita.
  • Berangkatlah ke tempat kerja, minimal ½ jam lebih awal dari biasanya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi efek panas matahari yang akan membuat kita berkeringat lebih, serta menghindari polusi udara di jam sibuk.
  • Kayuhlah sepeda dengan santai agar tenaga tidak cepat terkuras dan menghindari dehidrasi. Hindari memforsir tenaga dengan tujuan agar cepat sampai.
  • Pilihlah rute ke tempat kerja melalui jalur-jalur yang teduh dan banyak pepohonan, namun jalur tersebut adalah jalur efektif. Jangan mencari jalur teduh namun melenceng jauh dari jalur biasa, karena hal tersebut juga akan membuang waktu dan tenaga kita.
  • Carilah rekan sepergowesan untuk menemani kita berangkat kerja, bisa merupakan teman sekantor ataupun rekan sejalur. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kebosanan karena gowes sendirian.
  • Tetap bersabar di perjalanan. Terkadang pesepeda mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan di jalan raya. Dengan tetap bersabar dan menjaga emosi, puasa kita akan tetap berjalan dengan baik dan tenaga kita tidak terkuras karena emosi berlebih.
  • Jangan pernah memaksakan diri jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Jika tidak kuat di perjalanan, tidak ada salahnya melipat sepeda dan mencegat angkutan umum ke tempat kerja. :)

Semoga bermanfaat. Tetap puasa dan tetap gowes di bulan puasa. Selamat mencoba!

JogLo Attack 2012 (Jambore Sepeda Wisata)

July 12th, 2012

Pada tanggal 17-19 Mei 2012, Id-foldingbike yang bekerjasama dengan JFB dan@Seli mengadakan acara yang bertajuk JogLo Attack 2012 atau Jambore Sepeda Wisata yang diadakan di kota Jogjakarta dan Solo.

Berikut reportase video Jogja dan Solo Attack:

 

Joglo Attack Part 1 (Video: Ferico Achmad Nurzaman Idfb)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=ZuQ6MyqjfRA&feature=relmfu[/youtube]

 

JogLo Attack Part2 – Gowes Candi ratu Boko (Video: Ferico Achmad Nurzaman Idfb)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=T6fi8kXdMX0&feature=relmfu[/youtube]

 

JogLo Attack Part 3 – Gowes ke Pengging (Video: Ferico Achmad Nurzaman Idfb)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=_y0otgGTjUE&feature=relmfu[/youtube]

 

Indonesia Raya jogja Attack (Video: Yuniar Wahyu Gunawan – Komselis)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=by5vG3HBdLA&list=UU5lahYMdGZlTD5mN935eFYQ&index=1&feature=plcp[/youtube]

 

Goyang maut (Video: Yuniar Wahyu Gunawan – Komselis)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=hVbSZv7lTQE&list=UU5lahYMdGZlTD5mN935eFYQ&index=2&feature=plcp[/youtube]

 

JogLo Attack 2012 Nite Ride Solo (Video: Ferico Achmad Nurzaman Idfb)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=gVJ7Pwf1XNo[/youtube]

 

Gowes Solo (Video: Danu Hermawan – Idfb)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=cAL35cOtotk[/youtube]

 

Gowes ke Pengging (Video: Danu Hermawan – Idfb)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=zktSKWz14zU[/youtube]

 

Gobar Candi (Video: Danu Hermawan)

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=Kp0gnyGCLN8[/youtube]

Downtube 9FS

July 11th, 2012

Review kali ini kita akan membahas salah satu tunggangan dari wakil ketua Komselis yang sering disapa dengan sebutan Pak Wali, om Eko S. Darminto.

Salah satu koleksi sepeda lipat yang dimiliki beliau adalah Downtube 9FS 2011. FS disini merupakan singkatan dari Full Suspension.

Menurut berbagai info melalui web, sepeda lipat ini memiliki harga berkisar 4 juta-an.

Pak Wali dan 9FS-nya

Spesifikasi:

  • Folded size: approx 30 x 60 x 81 cm (12″ x 23.6″ x 33″) rear swingarm is removable for super compact folding (used on airplanes and boats)
  • Weight: 27 lbs.
  • Folding time: 10 sec
  • Rider Height: 4’9″-6’4″
  • Rider Weight 245lb max
  • Frame: Xtra light Aluminum frame and swing arm with water bottle cage braze-ons and balance bar with 850lb coil spring shock
  • Fork: Zoom fork with disc tabs for disc brakes
  • Saddle: Velo “love channel” saddle
  • Seat post: Kalin 500mm Aluminum seat post
  • Brakes: C Star Aluminum V brakes with strong springs
  • Brake Levers: Radius Aluminum Brake levers
  • Front wheel: Quando 24H QR disc hub with double wall rim
  • Rear Wheel: Quando 28H QR disc cassette hub with double wall rim
  • Tires: Kenda 20×1.5″ front and 20×1.75″ rear
  • Shifters: Sun Race 9sp triggers
  • Cassette: Sun Race 9sp 11-32
  • Derailleur: Sun Race M93 9sp
  • Cranks: Prowheel aluminum 170mm 48T with chain guard
  • Chain: KMC
  • Pedals: Folding right and left

Downtube 9FS

Downtube 9FS dalam kondisi terlipat

Suspensi:

Depan: Menggunakan fork Zoom yang memiliki dudukan untuk pemasangan disc brake jika ingin memodifikasinya. Sistim pengereman standard menggunakan V-brake.

Belakang: Menggunakan model spring atau per. Posisi keras – lembut bisa diatur.

Sangat nyaman digunakan di jalan semi offroad ataupun jalan berpaving, namun masih memiliki efek boobing ketika digowes di jalan aspal walaupun suspensi belakang sudah di set pada settingan terkeras.

fork depan Zoom

suspensi belakang masih menggunakan model spring

terdapat dudukan untuk memasang disc brake pada fork depan dan swing arm belakang.
(disc brake merupakan tambahan modifikasi dari pemilik, spec asli menggunakan v-brake)

Handling:

handle bar yang panjang, memudahkan dalam pengendalian.
(extended stem Satori merupakan tambahan modifikasi dari pemilik)

Sistem perpindahan gear:

Sudah menggunakan cassete, sehingga jika ingin upgrade ke 10 speed tidak perlu lagi mengganti hub.

Bottom bracket sudah menggunakan model sealed bearing, bukan pelor / gotri sehingga lebih awet dan tahan untuk digowes dalam jarak jauh.

Dudukan untuk memasang FD sudah tersedia. Hanya tinggal menambahkan FD dengan type brace-on jika ingin menggunakan dual chainring.

sprocket dan RD

frame sudah memiliki dudukan untuk memasang FD, sehingga tidak membutuhkan adaptor tambahan.
(FD dan dual chainring Sora merupakan tambahan modifikasi dari pemilik)

Sistem pengunci lipatan:

Tuas pengunci lipatan yang sederhana namun kokoh. memungkinkan penggantian yang mudah jika terjadi kerusakan.

Foto: Eko S. Darminto

Sumber: http://downtube-indonesia.blogspot.com/2010/08/downtube-9fs.html