Archive for the ‘Special Events’ Category

Semarang Seli-ne Banjir

Wednesday, October 31st, 2012

Video: Semarang Seli-ne Banjir

Ratusan penggemar sepeda lipat (Seli) tampak mendominasi jalan utama Kota Semarang, Minggu (28/10). Mereka datang dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Solo, Bekasi, Surabaya, dan Jakarta untuk ikut memeriahkan hari jadi Komunitas Sepeda Lipat Semarang (KomSeLiS) yang ke-3.

Berkumpul di markas besar KomSeLiS di Jl Pahlawan, Semarang sejak pukul tujuh pagi, para penggemar seli ini langsung beramai-ramai menggowes menelusuri jalan utama Kota Semarang, di antaranya Jl Pahlawan – Jl S Parman – Jl Sultan Agung – Gombel, dan berhenti di lapangan Bukit Umbul, Tembalang atau lebih tepatnya di bengkel sepeda Bjo’s pit.

Kondisi jalur Kota Semarang yang naik turun membuat para peserta harus mengeluarkan tenaga ekstra. Terlebih, bagi peserta yang datang dari luar kota. Tak jarang, mereka pun berhenti untuk beristirahat sejenak. Bagi mereka, tanjakan Gombel merupakan jalur yang menguras tenaga.

Hari jadi KomSeLiS kali ini terlihat seru. Selain itu, diadakan juga Rally Wisata, di mana para peserta diajak menelusuri perkampungan yang ada di sekitar wilayah Tembalang. Di sini, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan peta rute serta diwajibkan menjawab berbagai pertanyaan yang tercantum di peta tersebut.

Alhasil, sebanyak 15 pertanyaan berhasil dijawab oleh masing-masing kelompok. Rally wisata sendiri berakhir di Gedung APDN, Semarang.

Reporter & Kameraman: Jati Prihatnomo
Dubber: Vallen Aztriko
Editor Video: Arief

Sumber: http://www.suaramerdeka.tv/view/video/33093/semarang-seli-ne-banjir

Ultah ke-3 Komselis Semarang Seline Banjir

Monday, October 29th, 2012

Oleh: Ananda RanRanz Pratika

Komselis - 

Komunitas Sepeda Lipat Semarang. Komunitas yang dipelopori oleh pak Budenk ini berdiri tanggal 24 Oktober sejak tahun 2009. dan pada tahun ini menginjak usianya yang ketiga. Untuk merayakan ulang tahunya yang ketiga maka teman – teman komselis kali ini ingin membuat sesuatu yang special. Tidak hanya sebatas teman – teman komselis saja namun kesemua pecinta sepeda lipat yang ada. Setelah mengalami beberapa rencana dan pematangan maka jadilah event “Semarang Seline Banjir” event gowes bersama komselis, dengan rute nanjak halus dari mabes komselis di pahlawan hingga ketempat salah – satu anggota tua yaitu om ari bejo di tembalang. Acara ini terbuka untuk umum, dan juga teman – teman komselis juga mengundang dan menyebar undangan ke beberapa komunitas dari luar kota. Dan alhasil acara ini mendapat sambutan yang luar biasa dengan jumlah pendaftar yang memenuhi target 100 lebih :D .

Sabtu 27 Oktober 2012 NR Semarangan

Meski ultah komselis yang ketiga pada hari rabu 24 oktober 2012, namun acara semarang seline bannjir diadakan pada minggu 28 oktober 2012 bertepatan dengan long weekend libur idul adha. Beberapa teman dari beberapa komunitas pun ikut menyemarakan acara, dari IDFB jakarta, dari Bikeberry – surabaya, dari beyocyco – bekasi,  JFB – jogja dan Juga @selisoloraya – solo pastinya :D . Pada haris sabtu teman – teman komselis mengundang teman – teman yang telah sampai di semarang untuk mengikuti pemanasan NR menikmati semarang di malam hari. So sabtu pagi setelah menghadiri acara penyembelihan hewan kurban. Aku pun segera bergegas untuk Gowes ke semarang, cukup kesiangan sebetulnya karena sudah hampir jam 10 baru start. Tiba di semarang sekitar pukul 3 sore, aku langsung menuju Lia tendean untuk  mengikuti kelas english bersama miss nana, sekitar pukul 6 setelah selesai. Kita langsung menuju mabes untuk acara NR namun di tengah jalan aku menerima sms dari anjar yang ingin meminjam sepeda. So segera putar balik menuju kost untuk meminjamkan sepeda BMX ku  pada anjar :D lanjut kita pun menuju mabes.

Di mabes komselis ternyata telah banyak berkumpul teman, teman dari beberapa komunitas, dan tak berapa lama, setelah pengarahan dan berphoto. NR pun dimulai dengan ritual komselis memutari Simpang lima, well semarang di akhir pekan simpang lima long weekend beuuh macet dan kendaraan lalu lalang sempat membuat rombongan terpecah – pecah, para marshal komselis pun sedikit kewalahan untunglah mendapat bantuan dari beberapa teman komunitas lain yang dengan sigap membantu mengamankan jalan. Dari simpang lima kita menuju mataram hingga tay kak sie. Disini kita memarkir sepeda dan teman – teman dipersilahkan menikmati klenteng tay kak sie di malam hari yang tetap menunjukan keindahan. Sayang replica kapal ramai pengungjung sehingga tidak bisa photo bersama disana. Kemudian kita pun dipersilahkan untuk menikmati semawis, kampung kuliner di daerah pecinan yang terletak di samping tay kak sie yang hanya buka di weekend saja :D .

Dari tay kak sie, menyusuri pecinan kita menuju stadion diponegoro untuk makan malam (kembali) di soto yang berada di depan stadion. Setelah makan malam, kita melanjutkan perjalanan menuju tugu muda dan lawang sewu yang juga merupakan ikon kota semarang. Kita pun mengakhiri NR di tugumuda agar bisa langsung istirahat untuk gowes esok harinya.

Minggu 28 Oktober 2012 Semarang Seline Banjir

Acara semarang seline banjir, adalah acara gowes bareng bersama komselis nanjak halus dari semarang bawah menuju semarang atas dengan suguhan tanjakan khas semarang yaitu gombel. Sekitar pukul 6 lebih setelah teman – teman dari beberapa komunitas telah berkumpul, maka acara gowes pun dimulai. Rute bermula dari jalan pahlawan yang nota bene merupakan markas komselis, menuju jalan veteran dan tembus ke jalan s.parman, dari wiliam booth kita pun belok menikmati sejuknya tanjakan rinjani yang masih asri dengan pohon dan bukit2nya. Dari rinjani menuju arah candi dan kaliwiru dan tentu saja tenjakan teuku umar sudah siap menyambut kita, kemudian kita bisa sedikit mengambil nafas saat turunan jatingaleh, untuk dihabis – habiskan karena gombel yang eksotis sudah menunggu di depan mata. :D ada yang ngebut balapan, ada yang pelan – pelan mengatur nafas, ada yang berhenti sambiil narsis-narsis, ada yang ttb well apapun terserah nikmatin aja yang ada :D

Pada gowes kali ini, kita terbantu dengan keberadaan marshal dari teman – teman bike to campus dan koskas semarang yang membantu mengamankan dan memberi petunjuk jalan. Di beberapa tempat juga ada titik – titik pit stop dimana kita bisa istirahat dan juga mendapat sedikit air minum dan arem – arem, sayang aku ga sempat mengecap semuanya. Pada gowes kali ini aku tidak perlu ngoyo cukup dinikmati saja sambil berphoto ria dan menjadi sweeper  wkkkk (alasaaaan :p). Setelah lepas dari gombel kita menuju tembalang ke tempat berkumpul selanjutnya yaitu Bjo’s Pit hulaaaa adalah bengkel milik salah satu pegiat sepeda yang termasuk orang lama di b2w semarang dan juga komselis :D . Setelah istirahat dan dijamu dengan snak ringan kita dikumpulkan lagi oleh om bjo, kali ini kita mengikutii rali singkat menuju tempat acara berlangsung di srondol. Rombongan besar dipisah – pisah menjadi beberpaa kelompok yang campur baur dari berbagai kota. Ajang rali ini juga sebagai ajang untuk salling berkenalan dengan beberapa teman dari luar kota. Dalam rali kita diberi peta dan pertanyaan seputar rute yang kita lewati. Meski masuk ke dalam beberapa kompleks perumahan tapi ternyata banyak jebakan betmen juga disini :D . Setelah 3 etape rali kita berakhir di gedung pusat diklat di daerah srondol. Kita pun bisa istirahat sambil menunggu teman – teman berkumpul hingga acara dimulai.

Pukul 10 lebih acara puncak pun dimulai dari panggung dan tenda yang telah disediakan,kita pun menikmati beberapa hiburan dan games. Dimulai dari sambutan oleh pak eko dan mar tunggal. Dan pemotongan tumpeng oleh mas tunggal yang diberikan kepada pak budenk sebagai pencetus keinginan adanya komunitas sepeda lipat di semarang. Kemudian beberapa penghargaan #yang pertama kepada om iwan – ambarawa yang berhasil menyelesaikan semua etape dengan membocengkan anaknya WAAAO :D , kemudian penghargaan yang paling pertama sampai di atas. Dan tentu tidak lupa penghargaan bagi yangn berhenti beberapa kali di gombel :D meski tidak bisa lolos full tapi ini adalah bentuk penghargaan bagi mereka mereka yang telah berusaha untuk menaklukan gombel :D . Kemudian penghargaan bagi yang merasa pegwes lelaki yang belang kulitnya ha hahahaha aku termasuk nih wkkkkk.  Kemudian om imam JFB pun dipanggil ke depan untuk sharing cerita agar lebih – berhati hati saat mengendarai sepeda ketika turuunan, karena dia baru saja terjatuh :( . Tidak lupa kita pun mendapat makan siang dari panitia.

Tidak lupa juga ada game, game seru melipat sepeda dari masing – masing perwakilan kontingen, hingga terjatuh – jatuh tapi hadiahnya cukup menggiurkan lho :D helm sixsixone whaaah :D . Ada juga penghargaan bagi para pegowes yang suka turing, i call it the  “one hundred kilometers cyclist” dan ternyata banyak juga lhoooo hebaaaat :D . Juga pembagian hadiah dari kupon doorprise, dan tidak lupa marchindise penyerahan plakat untuk perwakiilan masing – masing kota sebagai bentuk terimakasih sudah ikut meramaikan acara ultah komselis :D .

Dan yang paling mengejutkan adalah komselis memberi penghargaan lifetime achievment kepada member komselis yang katanya telah mengharumkan nama komselis, yang suka gowes ngeloyor kemana – mana galau sendirian atau kadang berduaan. Nah lhooo drumduuumdum dum dum dum dan penghargaan itu diberikan kepada …. “Ranranz”?? Gubraaaaak wkkkkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw wkkkk .. Hi hi hi hi ga tahu deh antara senang, kaget, aneh anak – anak kok bisa kepikiran ya ngasih beginian ke aku ha hahaha (penasaran ide siapa ini yaa??).

Dan begitulah rangkaian acara pun harus berakhir, teman – teman jakarta, bekasi sudah harus pamit. Dan kita pun mulai berpamitan untuk kembali ke kota  masing – masing. Terimakasih semua sudah ikut meramaikan ultah komselis, terimakasih komselis sudah membuat acara yang se hulaaaaaa ini :D semoga kebersamaan ini semakin erat, komselis semakin jaya lebih banyak yang kumpul dan tetap menjadi komselis yang gilaaaaak semua .. Hulaa hulaa hulaaa

Happy Birthday Komselis Hulaaa hulaaa hulaaaa ……

WH.05.30.2012

Sumber: http://anandaranz.blogspot.com/2012/10/ultah-ke-3-komselis-semarang-seline.html

HAPPY 3rd YEAR ANNIVERSARY DEAR KOMSELIS

Sunday, October 28th, 2012

Perayaan hari jadi Komselis (Komunitas Sepeda Lipat Semarang) tahun 2012 ini dilaksanakan dengan lebih meriah dibanding tahun-tahun kemarin. Salah satunya adalah Komselis mulai pede mengundang rekan-rekan pengguna sepeda lipat dari kota-kota lain. Pucuk dicinta ulam tiba ketika undangan itu pun direspons dengan baik oleh beberapa komunitas sepeda lipat dari Solo (@seli Solo Raya), Jogja (Jogja folding bike alias JFB), Bekasi (Befoyco), dan Surabaya (Bikeberry) dan perwakilan dari IDFB sebagai wadah seluruh komunitas sepeda lipat di Indonesia. Dengan maksud memperkenalkan ‘medan’ kota Semarang yang penuh dengan tanjakan dan turunan, rute yang dipilih Komselis pun meliputi tanjakan Rinjani, Sultan Agung (Kaliwiru), Teuku Umar, dan ‘gong’nya adalah Gombel, tanjakan favorit para cyclist nasional untuk latihan.

Sabtu 27 Oktober 2012

foto dulu menjelang NR

sebagian seli peserta NR

Rangkaian acara ulang tahun dimulai dari hari Sabtu 27 Oktober berupa night ride alias gowes malam-malam. Seperti biasa, para peserta berkumpul di ‘mabes’ di Jalan Pahlawan, tepatnya di tikungan jalan Imam Barjo di ujung gedung Telkom. Malam itu terkumpul lebih dari 70 pesepeda lipat dari berbagai kota menyemarakkan jalan-jalan kota Semarang dengan kelap-kelip dari sepeda masing-masing. Rute malam ini dari Jalan Pahlawan ke arah Simpanglima, Jalan Ahmad Yani, di perempatan Jalan Mataram (MT Haryono) kita belok ke arah kiri. Sebelum sampai di daerah Bubakan, kita belok ke arah kiri (sebagai warga Semarang, aku tidak tahu nama jalannya. LOL. Parah banget) yang kemudian akan membawa kita ke arah Pecinan. Pemberhentian pertama malam ini di halaman Kelenteng Tay Kak Sie, salah satu ikon wisata kota Semarang.

sebagian peserta NR

RM Mbak Lin

Setelah foto-fiti di kawasan Tay Kak Sie, banyak peserta yang kemudian berjalan-jalan – diantar para ‘escort’ yang bertanggungjawab terutama untuk rombongan dari luar kota – menuju Gang Warung yang sedang ada pasar Semawis, salah satu pusat kulineran kota Semarang di malam hari yang selalu bernuansa multi-etnik.

Dari Gang Pinggir, kita melanjutkan bersepeda ke arah jalan Ki Mangunsarkoro untuk kulineran di RM Soto Kudus Mbak Lin.

Lawangsewu

Usai makan malam, kita melanjutkan bersepeda ke jalan Mayjen Sutoyo, menyusuri ‘Kampung Kali’ ke arah Jalan MH Thamrin. Lanjut ke Jalan Pemuda. titik pemberhentian berikutnya adalah Lawangsewu dan Tugumuda, dua landmark kota Semarang yang paling melegenda.

Sekitar pukul 23.00 para peserta kembali ke rumah masing-masing. sedangkan rombongan dari luar kota diantar oleh para ‘escort’ ke penginapan masing-masing untuk beristirahat.

Minggu 28 Oktober 2012

jelang gowes bareng di Jalan Pahlawan

Kebetulan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda puncak acara ulang tahun Komselis yang ketiga. Panitia menentukan para peserta untuk berkumpul di mabes pukul 06.00. Lumayan membanggakan ketika para anggota Komselis – sebagai tuan rumah – telah   berdatangan sekitar pukul 06.00, on time. Sementara para ‘marshall’ – sebagian anggota komunitas B2C (bike to campus) Semarang dan Koskas – datang lebih pagi lagi untuk menerima briefing dari panitia.

sebagian tim marshall

on the way

Seperti biasa Jalan Pahlawan sangat semarak oleh para penikmat CFD (car free day) di hari Minggu pagi. Tepat di depan gedung Telkom dipenuhi mereka yang siap untuk senam erobik sehingga meeting point kita bergeser sedikit ke arah Selatan, tepatnya di seberang Gedung Berlian. Setelah menunggu beberapa menit, para peserta dari luar kota berdatangan. Mungkin mereka kelelahan sehingga bangun agak kesiangan di tempat penginapan masing-masing.

Menjelang pukul tujuh, para peserta gowes bareng dalam rangka ulang tahun Komselis ketiga dilepas oleh Om Budianto, anggota kehormatan Komselis sebagai pemrakarsa berdirinya Komselis. Lebih dari seratus pesepeda lipat dengan penuh semangat dan gembira meninggalkan Jalan Pahlawan. Rute awal lumayan bersahabat, dari Jalan Pahlawan, di perempatan di depan POLDA, kita belok ke arah kanan Jalan Veteran. Di pertigaan RS Dr. Kariadi kita belok kiri ke arah Jalan S. Parman, kemudian belok ke kiri lagi di Jalan Rinjani yang memang lebih ramah dibanding Jalan S. Parman yang langsung lurus ke arah Selatan. Di depan hotel Rinjani, panitia membagikan air mineral satu botol 600 ml untuk semua peserta. Keluar dari Jalan Rinjani, belok kiri lanjut Jalan S. Parman hingga Taman Diponegoro, terus lanjut sampai pom bensin di seberang AKPOL. Disini panitia membagikan lemper untuk mengisi perut sebelum kemudian para peseli ditantang tanjakan yang tak lagi bersahabat, yakni tanjakan Kaliwiru dan Teuku Umar.

nanjak Teuku Umar, meski pendek namun cukup ‘killing’

jangan paksa dengkulmu, ttb-lah kalau perlu :)

yang mengatakan, “aku bahagia” waktu melihat begitu banyak seliers membanjiri Jalan Pahlawan

Tanjakan Teuku Umar memang pendek, namun curam, sehingga bisa dipahami jika disini mulai terlihat beberapa peserta yang keteteran dan memilih untuk menuntun sepedanya. Dilanjutkan ke tanjakan Gombel, daya tarik utama para peserta dari luar kota yang belum pernah mencobanya. Percayakah engkau jika tanjakan akan terasa lebih ringan jika kita melewatinya tidak sendirian, namun berbarengan dengan pesepeda lain? Maka bisa dipahami jika banyak peseli yang tetap penuh semangat mengayuh pedal seli masing-masing di tanjakan yang kondang ini. Namun, percaya juga kah engkau jika ttb alias tuntun bike juga merupakan virus yang ampuh mempengaruhi pesepeda lain? Maka jika kau rasakan tanjakan itu begitu tak bersahabat sementara pesepeda di sekitarmu memilih ttb, tak ayal kita pun akan dengan mudah terpengaruh untuk ikutan ttb. Untuk itulah panitia menyediakan beberapa armada untuk mengangkut para pesepeda yang tak berani mencoba tanjakan yang panjangnya sekitar satu setengah kilometer ini. “Loading is not a crime,” kata panitia. “But it is a shame,” kata salah satu peserta yang selalu pede mencoba track tipe apa pun. “Mending ttb dah daripada loading,” kata yang lain. Maka, it sure is your choice. :)

Dhimas dan Aan, peserta termuda, calon pembalap masa depan :)

sayang anak dan sepeda :-D

Setelah melalui Gombel, pemberhentian berikutnya adalah di Bjo’s Pit di kawasan Tembalang. Disini dibagikan snack dimana para peserta diminta mengumpulkan kupon untuk door prize. Setelah istirahat secukupnya, teman-teman anggota ROSATAN (alias ‘rombongan Semarang Selatan’ salah satu ‘divisi’ di bawah komunitas B2W Semarang) memberi permainan berupa rally wisata kawasan Tembalang dan sekitarnya. Para peserta dibagi kedalam sepuluh kelompok, dimana di tiap kelompok diharapkan terdiri dari wakil peserta dari kota-kota yang berbeda sehingga bisa memperluas pertemanan. Masing-masing grup diberi berbagai macam pertanyaan yang jawabannya harus dicari bersama-sama dalam perjalanan yang menyerupai ‘treasure hunting’.

brilliant idea, isn’t it? :-D

finish!

Puncak acara dilaksanakan di Gedung diklat APDN. Jarak tempuh dari Jalan Pahlawan sampai Gedung APDN sekitar 20 kilometer. Di acara puncak inilah kita bisa melihat betapa para panitia telah all out memanjakan para peserta dengan taburan door prize dan award kejutan. Diwakili oleh Om Tunggal, Komselis memberikan penghargaan kepada Om Budianto sebagai orang pertama di komunitas B2W Semarang yang mengusulkan pembentukan komunitas pecinta sepeda lipat di kota Semarang. Penghargaan berikutnya diberikan kepada Ananda Ranz karena prestasinya telah mengharumkan nama Komselis; salah satunya adalah menjadi Srikandi 2012 serta keteguhannya berseli-ria.

wall of fame :)

Holic, wakil Komselis lomba melipat sepeda

Sementara itu door prize pertama diserahkan kepada Om Iwan – wakil anggota B2W Ungaran-Ambarawa – atas prestasinya mengikuti gowes ulang tahun Komselis yang full tanjakan ini dengan memboncengkan Daffa anaknya yang duduk di kelas 3 SD. “Saya hanya bersepeda sambil momong anak kok,” katanya merendah. Door prize berikutnya diberikan kepada mereka yang ‘mengaku’ berhenti lebih dari dua kali ketika melewati tanjakan Gombel; mereka yang memiliki kulit belang dikarenakan terlalu sering memaparkan sebagian kulit tubuhnya gegara sepedaan; mereka yang hobi touring dengan memiliki pengalaman gowes lebih dari 100 kilometer dalam hitungan satu hari; peserta yang pertama kali sampai di Bjo’s Pit. Ada juga sebuah hadiah yang diberikan kepada Om Imam TSJ anggota JFB yang beberapa saat lalu mengalami kecelakaan ketika naik sepeda dalam rangka touring ke Dieng. Pada kesempatan ini Om Imam diminta untuk sharing pengalaman agar kejadian yang sama tidak menimpa pesepeda yang lain. Dll.

Om Budi dan Om Tunggal

100 km cyclists :)

Untuk ‘hiburan’ panitia menyelenggarakan lomba melipat sepeda lipat. yang paling cepat – wakil dari Befoyco (kalau ga salah ya?) – mendapatkan hadiah utama helm. Peserta yang lain mendapatkan hadiah hiburan. Ada satu lomba lain lagi yang sifatnya menghibur juga sebenarnya, (naik sepeda lipat sambil membawa sebilah bambu dan kemudian menusuk balon yang disediakan) namun karena waktu sudah cukup siang dan para peserta rombongan Befoyco harus segera balik ke hotel tempat menginap untuk check out, lomba ini tidak jadi diadakan.

Imam Tsj share pengalaman

Ranz menerima award

Ranz dengan award-nya

Untuk peserta dari luar kota, panitia telah menyediakan merchandise khusus buat mereka. Sedangkan untuk masing-masing komunitas, panitia memberikan plakat sebagai kenang-kenangan.

Berfoto bersama dengan para peserta yang masih berada di lokasi mengakhiri keseluruhan acara pada hari Minggu 28 Oktober 2012 ini.

sebagian peserta dan marshall setelah penutupan acara

What an impressive event. Thanks a million for all committee members as well as all participants. Semoga virus bersepeda kemana pun jua – dengan trek jenis apa pun baik datar, tanjakan maupun turunan – tetap tumbuh subur dan menjangkiti masyarakat. Tetap pede bersepeda (lipat)-ria. Demi bumi yang semoga lebih hijau.

Sampai jumpa di event-event berikutnya.

Nana Podungge
Sekretaris B2W Semarang
GL7 10.20 301012

peserta dari JFB

dari @SeliSoloRaya

dari Bikeberry

aku berdua Ranz, nunut narsis yak? :D

Sumber: http://bikingjourneyofnana.blogspot.com/2012/10/happy-3rd-year-anniversary-dear-komselis.html